Kamis, 28 Agustus 2014

Perbedaan Hacker dan Cracker

Hacker

Hacker adalah seseorang atau beberapa orang yang melakukan aktifitas hacking (pembobolan / memaksa masuk). Kalau aktifitasnya ada di dalam sebuah jaringan komputer , seorang hacker dapat masuk ke dalam jaringan tersebut dan bisa melakukan akses terhadap semua user di dalam sistem yang terhubung ke jaringan tersebut. Secara singkat, itulah definisi dari hacker.

Cracker

Cracker (bukan biskuit lho) adalah seseorang yang berusaha masuk ke dalam suatu jaringan komputer . Mereka melakukan pembobolan terhadap password dan security jaringan

Dari kedua definisi di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan :

Persamaan Hacker dan Cracker :

Sama-sama melakukan aktivitas penyusupan terhadap jaringan. Keduanya berusaha untuk mendapatkan akses terhadap semua user di dalam jaringan tersebut.

Perbedaan Hacker dan Cracker :
Hacker :

1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.

2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

4. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.

Cracker :

1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus klikBCA.com yang paling hangat dibicarakan beberapa waktu yang lalu.

Sumber : http://dhanboom.blogspot.com/2012/11/sebagai-user-komputer-tentu-kita-pernah.html

Mengapa Sebuah Web Harus Memiliki Halaman Index

Apakah halaman index itu ?
Setiap situs dibangun di dalam direktori pada server Web. Dan setiap halaman Web adalah merupakan file terpisah pada server Web. Tapi terkadang, ketika mengunjungi suatu URL, tidak ada berkas yang tercantum dalam URL tersebut. Sebagai contoh :
http://zhamelank.heck.in
Namun saat mengunjungi URL tersebut, Web server perlu menampilkan file dari halaman default sebelum menampilkan halaman kesalahan yang umumnya adalah 404 not found. Pada kebanyakan server web, halaman default dalam sebuah direktori bernama index, berupa halaman index.xhtml, index.html atau index.wml
Hal ini berarti bahwa ketika mengunjungi sebuah URL tanpa ada nama file pada akhiran URL tersebut, maka server akan mencari file default dan menampilkannya secara otomatis. Hal tersebut sama seperti jika mengetik dalam nama file pada URL seperti ini :
http://zhamelank.heck.in/index.xhtml
(Halaman default blog MWB menggunakan dokumen xhtml)
Jenis halaman default suatu Web
Secara umum, ada tiga nama yang umum digunakan sebagai halaman default pada kebanyakan Web server, yaitu :
  1. index.html
  2. index.htm
  3. default.html (Pada beberapa server Windows)
Untuk Wap Builder http://wen.ru juga memiliki tiga jenis halaman default, yaitu :
  1. index.xhtml
  2. index.html
  3. index.wml
Anda boleh menggunakan ketiga jenis dokumen index tersebut pada situs Wen.Ru anda, menempatkannya ke dalam ROOT situs atau ke dalam direktori yang sebelumnya telah di buat.
Mengapa diperlukan halaman index pada setiap direktory situs ?
Jika anda memiliki direktori dalam situs Anda, sebaiknya membuat file index.html di setiap direktori tersebut. Hal ini akan berguna ketika pengunjung mengunjungi direktori tersebut tanpa mengetik nama file dalam URL. Hal ini juga mencegah mereka dari melihat berkas file apa saja yang tersimpan dalam direktori tersebut. Trik ini pernah saya gunakan saat mengedit situs di http://xtgem.com beberapa tahun yang lalu. Saat itu, jika menuliskan sebuah situs xtgem disertai dengan directori tanpa ada file index di dalamnya, maka semua file ataupun subdirektorinya akan kelihatan.
Ketika mulai membangun website, hal utama dan harus dilakukan adalah membuat halaman default dalam hal ini adalah halaman index.html sebelum membuat halaman-halaman yang lain. Hal ini berlaku jika menggunakan layanan hosting gratis misalnya di Wenru, Xtgem dan Wapka.Mobi ataupun jika memiliki suatu domain sendiri. Dengan begitu, ketika seseorang pengunjungi URL anda, maka mereka secara otomatis akan mendapatkan halaman utama berupa halaman index tersebut.

Sumber :  http://zhamelank.heck.in/halaman-index-dan-fungsinya.xhtml

Pengertian Hosting

Sebuah layanan web hosting adalah jenis layanan hosting internet yang memungkinkan individu dan organisasi untuk membuat website serta dapat diakses melalui World Wide Web. Web host adalah perusahaan yang menyediakan ruang server yang dimilikinya untuk disewakan dan digunakan oleh klien, serta menyediakan konektivitas internet, biasanya di sebuah pusat data. Web host juga dapat memberikan ruang pusat data dan konektivitas ke Internet untuk server lain yang terletak di pusat data mereka. Ruang lingkup layanan web hosting sangat bervariasi. Yang paling mendasar adalah halaman web dan file hosting skala kecil, di mana file dapat di-upload melalui File Transfer Protocol (FTP) atau antarmuka Web. File-file tersebut biasanya dikirimkan ke Web “sebagaimana adanya” atau dengan pengolahan minimal [1] Banyak penyedia layanan internet (ISP) menawarkan layanan gratis untuk pelanggan, Individu dan organisasi juga dapat memperoleh halaman Web hosting dari penyedia layanan alternatif. Pribadi situs web hosting biasanya gratis, iklan yang disponsori, atau murah. Bisnis situs web hosting sering memiliki beban yang lebih tinggi.

Definisi Domain



Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
Struktur DNS
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
  • com : Organisasi Komersial
  • edu : Institusi pendidikan atau universitas
  • org : Organisasi non-profit
  • net : Networks (backbone Internet)
  • gov : Organisasi pemerintah non militer
  • mil  : Organisasi pemerintah militer
  • num : No telpon
  • arpa : Reverse DNS
  • xx : dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Bagaimana DNS Bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.
  • Resolvers mengirimkan queries ke name server
  • Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  • Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
sumber : http://teknis.balinter.net/knowledgebase/6/Pengertian-DNS-Domain-Name-System.html

Rabu, 27 Agustus 2014